Peta Kepemimpinan PWI Jabar : Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Mendaftar Calon Ketua. Usung Visi PWI Jabar Istimewa

 

BANDUNG, LENSA PANTURA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat resmi memasuki babak baru. Jumat (31/7/2026), Sekretaris Umum PWI Jabar sekaligus Pemimpin Redaksi Inilah Koran, Tantan Sulthon Bukhawan, melangkah mantap menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031 di Sekretariat PWI Jabar, Jalan Wartawan II No. 23, Bandung.

Penyerahan berkas tersebut bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan penegasan komitmen seorang jurnalis senior yang tumbuh dari rahim aktivisme untuk membawa organisasi pers tertua di Indonesia ini menuju era transformasi.

“Kami mengapresiasi kerja keras panitia dan berharap seluruh tahapan dapat dikawal secara objektif serta transparan. Konferprov harus menjadi pesta demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berlandaskan kebersamaan,” ujar Tantan usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Di tengah dinamika kompetisi, Tantan membawa narasi sejuk dengan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas internal. Ia secara terbuka mengungkapkan gagasan kesepakatan moral yang telah terbangun bersama rivalnya Hardiyansyah.

Siapa pun yang kelak dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan, komitmen untuk saling menguatkan demi kemajuan PWI Jawa Barat menjadi fondasi utama. Sikap ini menegaskan bahwa rivalitas dalam Konferprov sejatinya adalah adu gagasan, bukan pembelahan.

Konferprov PWI Jawa Barat dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima Bandung. Agenda ini akan menentukan Nakhoda PWI Jabar dan Ketua Dewan Kehormatan (DK) untuk lima tahun ke depan.

Menjawab tantangan disrupsi media dan krisis eksistensi jurnalisme masa kini, Tantan mengusung visi besar bertajuk “PWI Jabar Istimewa” dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera.”

Visi tersebut diterjemahkan ke dalam lima pilar program strategis yakni,

Wartawan adaptif teknologi : Mencetak wartawan yang menguasai AI, konten audio-visual, podcast, dan ekosistem media digital.

UKW gratis : Memfasilitasi 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan secara gratis, terintegrasi dengan pelatihan berkelanjutan.

Jaring pengaman profesi : Integrasi BPJS Ketenagakerjaan dan pendampingan hukum yang solutif.

Kolaborasi pentahelix : Sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, swasta, dan komunitas.

Transformasi kantor PWI : Menjadi ruang kolaborasi inklusif, pusat pelatihan interaktif, dan inkubator kreativitas.

Langkah Tantan dalam bursa calon ketua didukung oleh rekam jejak yang solid. Ia mengawali karier intelektual dan pergerakannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sebelum terjun ke dunia kewartawanan pada 2003 di Harian Umum Mitra Dialog (kini Kabar Cirebon grup Pikiran Rakyat).

Perjalanan panjang dari aktivis hingga pemimpin redaksi menjadi modal berharga untuk menakhodai organisasi pers tertua di Indonesia.

Di balik gagasan besar, Tantan menekankan nilai kebersamaan. Baginya, PWI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah besar wartawan yang harus menghadirkan rasa memiliki dan solidaritas.

Kehangatan sikapnya tercermin dari cara ia merangkul rivalitas sebagai energi positif. Narasi moral yang ia bangun bersama Andi menjadi simbol bahwa demokrasi internal PWI Jabar bisa tumbuh dengan dewasa, tanpa harus terjebak dalam polarisasi. (Jun)

Lebih baru Lebih lama