Indramayu, Lensa Pantura - Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu kembali diwarnai dengan kegiatan budaya dan tradisi leluhur. Salah satunya melalui prosesi Jamasan Pusaka Dalem Darma Ayu Nagari (Wiralodra) yang dilaksanakan di Kabupaten Indramayu, Rabu (1/10/2026).
Prosesi jamasan berlangsung khidmat dan tertata dengan melibatkan para trah serta pewaris Pusaka Dalem yang tergabung dalam Yayasan Raden Bagus Wiralodra.
Sejumlah pewaris Pusaka Dalem turut hadir, di antaranya Mayjen (Purn) R. Budhi Rachmat, R. Soedarto Kartasujatma dan R. Soetrisno Kartasujatma. Sementara para pewaris pusaka diwakili oleh Pembina Yayasan Raden Bagus Wiralodra, R. Inu Danubaya.
Prosesi jamasan diawali dengan penyerahan Pusaka Dalem dari petugas kepada Bupati Indramayu. Selanjutnya, pusaka diserahkan kepada pewaris pusaka, R. Inu Danubaya.
Setelah menerima pusaka tersebut, R. Inu Danubaya kemudian memberikan mandat kepada juru pelihara (jupel) untuk melaksanakan prosesi jamasan. Proses pembersihan pusaka dilakukan secara khusus dengan tetap menjaga tata cara dan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Usai prosesi jamasan selesai, pusaka kembali diserahkan oleh juru pelihara kepada R. Inu Danubaya selaku pewaris yang mewakili para trah. Selanjutnya, pusaka tersebut dititipkan kembali kepada Bupati Indramayu untuk ditempatkan di tempat penyimpanan Pusaka Dalem Indramayu.
R. Inu Danubaya tokoh masyarakat Indramayu sekaligus keturunan ke-12 dari pendiri Kabupaten Indramayu, Raden Bagus Arya Wiralodra mengatakan, jamasan pusaka bukan sekadar kegiatan membersihkan benda peninggalan leluhur. Tradisi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan sejarah Kabupaten Indramayu agar tetap terpelihara serta dapat dikenali oleh generasi berikutnya.
“Jamasan ini bukan hanya membersihkan pusaka secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk menjaga, merawat dan menghormati warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah bagi Indramayu,” ujar Inu.
Menurutnya, keterlibatan para trah dan pewaris dalam prosesi tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Yang terpenting adalah bagaimana pusaka-pusaka ini tetap terjaga, dirawat dan diamankan dengan baik. Ini merupakan warisan sejarah yang harus kita hormati dan lestarikan bersama,” katanya.
Inu menjelaskan, setelah prosesi jamasan, Pusaka Dalem kembali ditempatkan di tempat penyimpanan yang berada di lingkungan Pendopo Kabupaten Indramayu.
“Setelah selesai dijamas, pusaka dikembalikan dan dititipkan kepada pemerintah daerah untuk disimpan di tempat penyimpanan pusaka-pusaka Dalem Indramayu. Di sana pusaka ditempatkan kembali, dijaga, dirawat dan diamankan,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan tradisi jamasan dapat terus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan sejarah dan budaya lokal kepada generasi muda.
“Harapannya, generasi muda tidak hanya mengetahui bahwa Indramayu memiliki pusaka, tetapi juga memahami nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya. Karena menjaga warisan leluhur berarti menjaga identitas daerah,” pungkasnya.
Prosesi Jamasan Pusaka Dalem Darma Ayu Nagari berlangsung dengan penuh penghormatan. Rangkaian penyerahan, jamasan hingga pengembalian pusaka dilakukan sesuai tata cara yang telah ditetapkan, sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur dan sejarah Kabupaten Indramayu. (Jun(

