INDRAMAYU, LENSA PANTURA – Upaya menjadikan Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, sebagai desa wisata kini semakin nyata. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Sekretaris Universitas, Prof. Suyono, turun langsung mendampingi pelaksanaan survei kesiapan, persepsi, dan partisipasi masyarakat pada Sabtu (08/08/2026) di Kantor Balai Desa Bulak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNJ untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat. Survei dilakukan guna memetakan sejauh mana warga siap mendukung pengembangan potensi wisata, sekaligus memahami persepsi mereka terhadap konsep desa wisata.
Prof. Suyono menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat. “Harapannya, dengan UNJ terlibat dalam banyak kegiatan, kami dapat ikut berkontribusi dalam mengembangkan Desa Bulak menjadi desa wisata,” ujarnya.
Dalam pemaparan, Prof. Suyono menyoroti keberadaan Situs Buyut Banjar sebagai daya tarik wisata religi. Selain itu, fenomena kera yang hidup di kawasan tersebut dinilai sebagai potensi unik yang jarang ditemukan di luar kebun binatang. Namun, ia menekankan pentingnya konservasi agar ekosistem satwa tetap terjaga.
UNJ juga mendorong ide pembuatan patung kera sebagai ikon wisata Desa Bulak. Gagasan ini diharapkan mampu memperkuat identitas kawasan sekaligus menarik minat wisatawan.
Prof. Suyono menekankan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi dari sejauh mana masyarakat terlibat dan memperoleh manfaat. Peluang ekonomi yang bisa dikembangkan antara lain, Homestay berbasis rumah warga , Kuliner lokal yang menjadi daya tarik pengunjung, Produk khas desa seperti kerajinan tangan dan Usaha berbasis potensi alam dan budaya setempat
Selain aspek ekonomi, pengembangan desa wisata juga diharapkan meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan, menata lingkungan, serta melestarikan budaya lokal.
“Yang terpenting adalah peran masyarakat Bulak yang berperan aktif dalam pengembangan desa wisata Bulak,” tegas Prof. Suyono.
Ia menambahkan, desa wisata yang maju dan mandiri akan membuka peluang kesejahteraan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, Desa Bulak diharapkan mampu menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang tidak hanya mengangkat potensi lokal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga. (JN)
