Indramayu, ( Lensa Pantura) Pemerintah Kabupaten Indramayu berhasil mencatatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data resmi, realisasi PAD tahun 2024 mencapai Rp655 miliar, dan pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp865 miliar. Kenaikan sebesar Rp210 miliar ini menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal daerah dalam menggali potensi pajak dan retribusi.
Peningkatan PAD terutama ditopang oleh, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makan/minum
Penerimaan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)
Anggota Komisi 3 DPRD Indramayu, Anggi Noviah, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti nyata kepemimpinan Bupati Indramayu dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
“Bupati Indramayu berhasil menaikkan PAD. Jika di tahun 2027 bisa mencapai Rp950 miliar, tidak menutup kemungkinan di tahun 2028 bisa menembus Rp1 triliun. Ini prestasi luar biasa dan patut diberikan apresiasi,” ujar Anggi Noviah.
Menurut Anggi yang juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan bahwa kenaikan PAD akan memberikan ruang fiskal lebih besar bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu, seperti halnya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pembangunan infrastruktur daerah serta memberdayakan masyarakat melalui program-program prioritas
Dengan tren positif ini, "kata Anggj, Indramayu optimis mampu mencapai target PAD Rp1 triliun pada tahun 2028, menjadikan daerah semakin mandiri dan berdaya saing.
"Ia kalau bagus saya apresiasi, nah kalau jelek ya saya kritisi," Ungkapnya.
Anggi meyakini bahea capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat.
“Kenaikan PAD ini adalah bukti komitmen bersama dalam membangun Indramayu yang lebih mandiri dan berdaya saing. Saya berharap capaian momentum ini akan terus dijaga dengan memperkuat sektor pajak, meningkatkan pelayanan publik, serta memastikan setiap rupiah PAD digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Anggi.
Dengan tren positif ini, Indramayu optimis mampu mencapai target PAD Rp1 triliun pada tahun 2028, menjadikan daerah semakin mandiri dan berdaya saing.
Selain membahas PAD, Anggi Noviah juga menyoroti isu pengelolaan sampah yang menjadi perhatian masyarakat. Ia menginformasikan bahwa saat ini sedang direncanakan pengadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru, mengingat kondisi TPA yang ada sudah tidak mampu menampung volume sampah.
“Untuk pelaksanaannya, kemungkinan akan melibatkan pihak ketiga. Kami meminta dinas terkait untuk melakukan pemantauan secara ketat. Kendala yang dihadapi saat ini adalah semua program harus mendapatkan rekomendasi gubernur. Hal ini membuat otonomi daerah seakan berjalan setengah hati,” jelas Anggi Noviah. (Jujun)
