Indramayu (Lensa Pantura) - Aisyah Mauludah, putri kecil berbakat dari Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali mengharumkan nama daerahnya dengan meraih Juara Pertama pada Lomba Pasanggiri Jaipong Tunggal dan Rampak Se-Wilayah III Cirebon Plus Subang dan Brebes. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh J - One Management bekersama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon di pusat perbelanjaan Pasar Grosir Cirebon (PGC) pada Minggu, 26 April 2026.
Dalam kompetisi yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Wilayah III, Aisyah tampil memukau dengan gerakan lincah, ekspresi penuh percaya diri, serta kostum tradisional yang mempesona.
Penampilan tersebut berhasil mencuri perhatian dewan juri dan penonton, sehingga mengantarkannya menjadi juara pertama. Adapun urutan sang juara Tari Jaipong Kreasi untuk Katagori tingkat sekolah dasar itu antara lain, Juara I Aisyah Mauludah (Indramayu), Juara II Penari dari Subang dan Juara III: Penari dari Brebes.
Menurut Dewan Juri Lomba Pasanggiri Jaipong Tunggal dan Rampak Wawan Dinawan mengatakan, kemenangan Aisyah bukan hanya sekadar prestasi individu, tetapi juga menjadi bukti bahwa seni tari tradisional Jaipong masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.
“Kami melihat semangat luar biasa dari Aisyah. Ia mampu menggabungkan teknik tari tradisional dengan kreasi modern tanpa kehilangan nilai budaya,” ujar
Sementara itu Guru Tari Aisyah yakni Sekar Rahayu Wahyu Ningrat sekaligus Pemilik Sanggar Tari Puspa Ningrat, bangga anak didiknya menjuarai Lomba Pasanggiri Tari Jaipong di Wilayah III Cirebon.
"Saya bangga dan ini sejarah buat saya, karena anak murid saya berhasil menjuarai yang kelasnya Se Wilayah III Cirebon ditambah Subang dan Brebes," ujar Sekar yang terlihat matanya berembun
Sekar Rahayu Wahyu Ningrat yang akrab disapa Sekar yang juga Guru Seni di SMA Negeri 1 Sliyeg Indramayu, salut dengan kegigihan muridnya sejak beberapa minggu sebelum lomba, Aisyah sudah menunjukkan tekad luar biasa. Setiap sore selepas sekolah, ia meluangkan waktu untuk berlatih di rumahnya Aisyah murid cerdas dan ia mampu mengulang gerakan demi gerakan Jaipong hingga tubuhnya terasa lelah. Namun, semangatnya tak pernah surut.
Ibunya Aisyah yakni Heli bercerita, sering kali Aisyah tetap berlatih meski hujan turun atau listrik padam. “Dia menyalakan lampu kecil, lalu tetap menari di ruang tamu. Katanya, kalau berhenti sehari saja, gerakannya bisa kaku,” ungkap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Indramayu. Kepala Dinas Pendidika dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Dr. H. Caridin, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian Aisyah.
“Kemenangan ini menunjukkan bahwa Indramayu memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya sekaligus mencetak generasi muda yang berprestasi di tingkat regional,” katanya.
Selain itu, kata Kadis Caridin, kemenangan Aisyah diharapkan dapat memotivasi anak-anak lain di Indramayu untuk terus mengembangkan bakat seni, khususnya dalam bidang tari tradisional. Dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini.
"Selamat dan sukses, semoga prestasi Aisyah Maulidah terus diraih hingga ke tingkat yang lebih tinggi," tutupnya. (Jun)






















