PWI Indramayu Apresiasi Tiga Tokoh Penjaga Ketahanan Pangan

 


Indramayu, (Lensa Pantura) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu memberikan apresiasi kepada tiga tokoh yang dinilai berperan besar dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. Ketiga tokoh tersebut adalah pengusaha H. Mulyadi, peneliti bioteknologi Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, dan Kolonel Laut (P) Edi Eka Susanto.

Apresiasi disampaikan langsung oleh Ketua PWI Kabupaten Indramayu, H. Dedy S. Musashi, didampingi Sekretaris PWI Indramayu Cipyadi dan Wakil Ketua Bidang Organisasi Abdul Gani, di hadapan ratusan petani yang akan melakukan aksi tanam kedelai di lahan seluas 200 hektar di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana.

Menurut Dedy, sosok H. Mulyadi patut diapresiasi karena telah menggerakkan kelompok tani untuk menanam jagung dan kedelai di lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Ia memberikan kemudahan bagi petani dalam pemenuhan kebutuhan bibit, biaya operasional, hingga penjualan hasil panen.

"Ketika petani kesulitan permodalan, ada sosok H. Mulyadi yang hadir memberikan solusi. Ini yang kami apresiasi,” ujar Dedy.

Tokoh kedua, Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, dikenal sebagai peneliti bioteknologi yang telah lama meneliti kedelai di berbagai daerah Indonesia. Setelah melakukan riset di Lampung, Manado, hingga Simalungun, ia akhirnya memilih Indramayu sebagai lokasi penelitian lanjutan.

Ali Zum menilai lahan bekas tanaman tebu di Indramayu memiliki unsur hara yang cocok untuk bibit kedelai hasil penelitiannya.

“Dengan ketersediaan lahan dan SDM yang mumpuni, Insya Allah ketahanan pangan dan ketergantungan impor kedelai bisa diatasi di sini,” jelas Dedy.

Sosok ketiga adalah Kolonel Laut (P) Edi Eka Susanto, yang disebut sebagai “Kolonel Kedelai” karena kiprahnya dalam mengembangkan kedelai di berbagai daerah Nusantara.

Ia merupakan bagian dari tim yang menerjemahkan gagasan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor kedelai melalui program ketahanan pangan nasional.

"Beliau sudah berkeliling mencari lahan yang cocok untuk kedelai. Tujuannya jelas, agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” kata Dedy.

PWI Kabupaten Indramayu menegaskan bahwa ketiga tokoh ini telah membawa semangat baru dalam mendukung program pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi petani dan masyarakat Indramayu untuk terus berdaya dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. (Jun)

Lebih baru Lebih lama