Camat Terisi Pastikan Kondisi Pekerja Asal Indramayu di Papua

 


Indramayu, (Lensa Pantura) - Camat Terisi, Kabupaten Indramayu, Boy Billy Prima, S. STP, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran terkait informasi keberadaan sejumlah pekerja asal Indramayu yang berada di Papua.

“Awalnya kami melihat dari media sosial, kemudian kami cek satu per satu. Ternyata benar, bukan hanya satu orang, tetapi ada delapan orang. Bahkan tidak semuanya warga Terisi, ada juga dari daerah lain seperti Cikedung, Brebes, dan Serang,” ujarnya.

Boy Billy menambahkan, pihak kecamatan telah mendatangi salah satu keluarga pekerja untuk menggali informasi lebih lanjut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, para pekerja tersebut sudah berada di Papua selama dua hingga tiga bulan.

“Untuk kondisi di sana, memang pekerjaan mereka tidak berjalan lancar. Namun terkait isu kelaparan, perlu diluruskan. Informasinya mereka berada di lingkungan markas, sehingga kebutuhan makan masih dibantu oleh pihak setempat,” jelasnya.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa persoalan utama yang dihadapi para pekerja adalah keterbatasan biaya hidup dan ongkos untuk kembali ke kampung halaman. “Yang menjadi kendala utama kemungkinan biaya hidup yang tinggi dan tidak adanya pemasukan karena pekerjaan terhenti,” katanya.

Pihak kecamatan, lanjut Boy Billy, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Saya sudah sampaikan ke pimpinan. Saat ini masih dalam proses koordinasi lebih lanjut untuk langkah penanganannya,” tambahnya.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa para pekerja tidak mengalami masalah hukum maupun tindakan kekerasan selama berada di lokasi kerja. “Tidak ada laporan terkait masalah hukum, penganiayaan, atau kekerasan fisik. Hanya saja kondisi mereka memang tidak seideal yang dibayangkan, terutama dari sisi ekonomi,” pungkasnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah agar para pekerja tersebut dapat kembali dengan selamat ke kampung halaman. (Jun)

Lebih baru Lebih lama