INDRAMAYU, LENSA PANTURA — Hingga kini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu belum merilis hasil uji laboratorium sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala 2 yang diduga menyebabkan keracunan massal pada ratusan siswa SMAN 1 Tukdana, Senin (5/10/2026) .
Padahal sejak hari pertama kejadian, sampel sisa makanan, bahan baku, serta air yang digunakan SPPG telah diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Indramayu dan juga di BPOM . Namun hingga Kamis (8/10/2026), pihak Dinkes belum memberikan kejelasan apa pun soal hasil pemeriksaan tersebut kepada publik maupun awak media.
Saat dikonfirmasi, jajaran Dinkes Indramayu terkesan membatasi. Lusi salah satu staf pada UPTD Labkes Dinkes Indramayu maupun tim surveilans hanya menyebutkan bahwa hasil uji lab sudah dikirim ke BPOM. Bahkan Lusi mengatakan dalam pesan singkatnya dirinya belum punya infona dari stay yang mengirim hasil uji Lab tersebut sehingga masih menunggu dan belum bisa dipublikasikan. Padahal dugaan sementara mengarah pada menu ayam tepung yang sempat berbau tidak sedap saat disajikan .
"Izin pa hasil dikirim ke BPOM. Sy blm py info nya yg ngirim loka nya pa,"demikian jawaban standar yang disampaikan, tanpa memberikan jadwal kapan hasil itu akan diumumkan.
Ketidaktransparanan ini memicu pertanyaan dari sejumlah pihak. Tokoh masyarakat Desa Bangkaloa, Rudi, menyayangkan ketidakterbukaan itu.
"Kejadian ini hampir merenggut nyawa anak-anak. Harusnya Dinkes segera sampaikan hasilnya agar masyarakat tahu kebenarannya. Jangan sampai ada yang sengaja menutup-nutupi," ujarnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional SPPG Kerticala 2 sejak Rabu (7/10/2026) . Jumlah siswa yang terdampak tercatat 105 orang, dengan dua dirujuk ke RSUD Indramayu. Orang tua siswa berharap pergantian dapur SPPG pengganti segera dilakukan agar penerima manfaat tidak terhenti menerima jatah makan, namun tetap menuntut kejelasan soal hasil uji lab yang tak kunjung terungkap.
Hingga berita ini diturunkan, Dinkes Indramayu belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlambatan pengumuman hasil uji laboratorium tersebut. (Jun).
