INDRAMAYU, LENSA PANTURA — Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Indramayu. Ratusan Calon Kepala Sekolah (CKS) tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Indramayu dipastikan gagal dilantik setelah menunggu berbulan-bulan lamanya. Informasi yang beredar menyebutkan, para calon tersebut dinilai tidak memenuhi syarat atau dianggap tidak kompeten meskipun telah mengikuti serangkaian ujian dan tes.
Di balik keputusan yang mengecewakan itu, muncul dugaan kuat adanya campur tangan oknum di lingkungan Pendopo Kabupaten Indramayu yang ikut mengatur tatanan pemerintahan, sehingga memupus harapan ratusan calon kepala sekolah yang telah lolos seleksi.
Yang lebih mengherankan, keputusan atau pemberitahuan ketidaklulusan ini baru disampaikan belakangan ini. Padahal sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu belum berani melantik sebelum adanya edaran resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mengesahkan hasil tes. Ironisnya, di wilayah lain dalam lingkup Wilayah III Cirebon, Kepala Daerahnya sudah melantik para kepala sekolah yang lolos seleksi, sementara di Indramayu justru muncul kabar buruk yang membuat ratusan calon Kepala Sekolah merasa kecewa berat atas aturan yang dianggap tidak jelas dan berubah-ubah.
Dugaan yang berkembang di tengah masyarakat semakin menguat, yakni adanya pihak atau oknum yang memanfaatkan situasi dengan sengaja meminta tes seleksi calon kepala sekolah diulang. Tujuannya diduga untuk mengatur dan mengkondisikan adanya pungutan atau "japrem" dari para bakal calon kepala sekolah yang ingin dipastikan lulus dan dilantik menjabat.
Menyikapi persoalan yang memanas ini, Ketua LSM GAPURA Indramayu, Rudi Lueonadi angkat bicara dan menyampaikan kekecewaannya yang mendalam. Ia menegaskan akan menyikapi dan menelusuri apa sebenarnya kendala sehingga pelantikan ratusan CKS itu mendadak digagalkan.
"Kami akan telusuri di mana letak kesalahannya yang sebenarnya. Bupati Indramayu harus berani dan gamblang memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik, jangan biarkan masyarakat menebak-nebak sendiri," tegas Rudi, Jumat 4 September 2026.
Lebih lanjut, Rudi memperingatkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini. Jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan, apalagi berbau praktik korupsi atau pungutan liar, LSM GAPURA tidak akan segan-segan melaporkannya langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
"Kami awasi ketat. Jika terbukti ada permainan kotor dan berbau korupsi, jangan salahkan kami jika segera kami bawa ke KPK dan Kejagung demi menegakkan keadilan dan menyelamatkan uang rakyat," pungkas Rudi dengan nada tegas.
"Kalo info yang saya dapat, CKS itu bukan disebut tidak lulus test/seleksi. Tapi dianggap tidak syah proses pemilihannya oleh oknum Pendopo. Padahal sebelumnya ratusan CKS dinyatakan lulus sesuai hasil tes, dan bahkan BKPSDM Indramayu sudah konsultasi ke BKN dan keputusannya dinyatakan sudah final CKS Indramayu ditetapkan lulus dan tinggal menunggu Peng SK an dari bupati, "tambahnya.
Sementara itu, saat awak media Lensa Pantura mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu untuk meminta konfirmasi langsung, sayangnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu, Caridin, tidak berada di tempat dikarenakan sedang melaksanakan tugas dinas ke Jakarta. (Jun)



