Indramayu (Lensa Pantura) - Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XIII tahun 2026 akan segera berlangsung pada 23–27 Juni 2026 di Kota Cirebon.
Ajang bergengsi ini mempertemukan 10 kabupaten/kota yang berada di wilayah perbatasan Jawa Barat, di antaranya Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Pangandaran.
Rangkaian pertandingan dan kegiatan seni akan dipusatkan di Stadion Bima serta Balai Kota Cirebon, yang dipilih sebagai lokasi strategis untuk menampung ribuan peserta dan penonton.
Selain menjadi arena kompetisi, PORSENITAS juga berfungsi sebagai ajang promosi pariwisata dan pameran produk UMKM daerah, sehingga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal sekaligus memperkuat identitas budaya.
Adapun sebanyak 13 cabang olahraga akan dipertandingkan, meliputi: Bola Voli Indor, Tenis Lapangan, Tenis Meja Bulutangkis, Catur, Futsal, Basket, Bilyard, Padel, Sumpitan, Jemparingan, Dagongan, Tarumpah
Dari cabang olahraga yang dipertandingkan, tim bola voli putri Kabupaten Indramayu menjadi salah satu yang paling diperhitungkan.
Manager tim Bola Voli Putri Porsenitas Indramayu H. Mardono, SE., M.Si, menyatakan optimisme tinggi bahwa skuadnya mampu merebut gelar juara.
“Tim kami sudah melakukan persiapan matang, baik dari segi teknik maupun mental. Target kami jelas, membawa pulang kemenangan untuk Indramayu,” tegasnya.
H. Mardono, SE., M.Si, yang selain menjabat sebagai Manager Tim Bola Voli Putri Kontingen Porsenitas Kabupaten Indramayu, juga merupakan Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Indramayu, menegaskan bahwa perjuangan timnya mendapat dukungan penuh dari Bupati Indramayu.
“Bupati Indramayu memberikan perhatian besar terhadap partisipasi daerah dalam PORSENITAS XIII. Dukungan ini bukan hanya dalam bentuk fasilitas dan pembinaan, tetapi juga motivasi moral agar para atlet tampil maksimal. Kami optimistis bisa membawa pulang prestasi terbaik,” ujar Mardono.
Dengan dukungan langsung dari pimpinan daerah, kontingen Indramayu diyakini akan tampil lebih percaya diri di berbagai cabang olahraga, khususnya bola voli. Sinergi antara pemerintah, pelatih, dan atlet menjadi modal penting untuk meraih hasil maksimal sekaligus mengharumkan nama daerah.
Lebih dari sekadar kompetisi, PORSENITAS XIII 2026 diharapkan menjadi wadah mempererat persaudaraan antar daerah perbatasan, sekaligus menumbuhkan kebanggaan atas potensi olahraga, seni, dan budaya lokal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta antusiasme masyarakat, Cirebon siap menjadi tuan rumah yang meriah dan berkesan.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Indramayu Taufik Hidayat SE menyampaikan bahwa PORSENITAS XIII bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antar daerah perbatasan.
Taufik menambahkan bahwa seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan pada PORSENITAS XIII 2026 akan diberangkatkan secara penuh. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung partisipasi aktif setiap kontingen, sekaligus memastikan bahwa ajang ini benar-benar menjadi wadah kebersamaan antar wilayah perbatasan.
“Tidak ada cabang yang tertinggal. Semua atlet dari berbagai cabor akan tampil, mulai dari olahraga populer seperti bola voli, basket, dan futsal, hingga cabang tradisional seperti jemparingan, dagongan, dan tarumpah,” ujarnya.
Dengan keikutsertaan penuh seluruh cabang, PORSENITAS XIII 2026 di Kota Cirebon diharapkan menjadi panggung prestasi sekaligus pelestarian budaya. Selain menampilkan kompetisi olahraga modern, cabang tradisional akan memperkuat identitas lokal dan memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Barat kepada masyarakat luas.
“Porsenitas ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembuktian bahwa olahraga dan seni mampu menjadi perekat persaudaraan. Kami ingin memastikan seluruh peserta merasa nyaman, aman, dan bangga tampil di Cirebon,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, PORSENITAS XIII 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga menjadi motor penggerak pariwisata dan UMKM lokal. Kehadiran ribuan peserta dan penonton akan membuka peluang besar bagi promosi kuliner, kerajinan, serta destinasi wisata khas Cirebon dan sekitarnya. (Jun)

