Indramayu (Lensa Pantura)
Di sebuah pagi yang hangat di Indramayu, suasana kantor Perumdam Tirta Darma Ayu terasa berbeda. Isu mengenai pelayanan air minum yang kerap dikeluhkan masyarakat akhirnya sampai ke meja Bupati Lucky Hakim. Namun alih-alih menutup rapat persoalan, Lucky memilih jalan yang jarang ditempuh, yakni membuka ruang transparansi.
“Kalau memang harus dibentuk Pansus, silakan. Itu mekanisme yang sah, dan saya tidak akan menghalangi,” ucap Lucky dengan nada tegas, seolah ingin menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah soal melindungi bawahan, melainkan soal keberpihakan pada rakyat.
Di kampung-kampung, pernyataan itu cepat menyebar. Siti Rohmah, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sindang, mengaku lega. “Kami sering kesulitan air bersih. Mendengar Bupati berani membuka masalah ini, rasanya seperti ada harapan baru. Semoga pelayanan PDAM bisa lebih baik,” katanya sambil tersenyum.
Sikap Lucky juga mendapat sambutan dari kalangan DPRD. Anggota Komisi III DPRD Indramayu, H. Tatang Sutardi, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kedewasaan politik.
"Bupati tidak menutup mata. Dengan restu beliau, kami di DPRD bisa bekerja lebih leluasa melalui Pansus untuk mengurai akar masalah PDAM,” ujarnya.
Mantan Dirut PDAM Tatang menambahkan bahwa transparansi ini adalah contoh kepemimpinan yang patut dicontoh.
“Masyarakat berhak tahu apa yang terjadi dengan perusahaan daerah yang mengelola kebutuhan dasar mereka. Kami siap menjalankan mekanisme sesuai aturan,” katanya.
Di balik pernyataan tegas itu, publik melihat sosok Lucky Hakim yang tidak “tembang pilih.” Ia tidak ragu memberi ruang bagi bawahannya untuk diuji secara politik, sekaligus menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah keberanian menghadapi kritik.
Bagi masyarakat Indramayu, sikap ini bukan sekadar pernyataan politik. Ia adalah simbol harapan bahwa suara pelanggan air minum tidak lagi dianggap angin lalu. Bahwa keluhan tentang air yang keruh, distribusi yang tersendat, atau tagihan yang membingungkan, akhirnya mendapat perhatian serius.
Dan di tengah hiruk pikuk politik daerah, satu hal menjadi jelas: transparansi bukan hanya kata-kata, melainkan tindakan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat. (Jujun)



















