Ketum Pengprov PBVSI Jabar Survey Venue Kejurda, Disambut Bupati Garut. Perebutkan Total Hadiah Rp. 20 Juta

 

Garut, (Lensa Pantura) - Pagi itu, udara Garut terasa sejuk dengan kabut tipis yang masih menyelimuti Desa Jayaraga Kecamatan Tarogong. Di tengah suasana pedesaan yang tenang, tampak rombongan Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Barat memasuki kompleks Sarana Olahraga RAA Adiwijaya. Langkah mantap Dr. Drs. Agus Jumaedi, M.Si, Ketua Umum Pengprov PBVSI Jawa Barat, menjadi pusat perhatian. Senyum ramahnya menyapa Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M. ENG,. IPU yang merupakan Ketua Umum Pengkab PBVSI Garut,  sekaligus Bupati  Kabupaten Garut, serta para pengurus lokal dan masyarakat yang ikut menyaksikan survey venue tersebut.

Agus Jumaedi yang akrab disapa Ka g Boy didamping Binpres Pengprov PBVSI Jabar Benny Hidayat, SH,, berjalan menyusuri lapangan utama, sesekali berhenti untuk mengamati detail permukaan lantai, pencahayaan, hingga posisi tribun penonton. Tangannya menunjuk ke arah sudut lapangan, memberi arahan singkat kepada tim teknis.

“Kita harus pastikan semua sesuai standar, agar atlet muda kita bisa bertanding dengan nyaman dan aman,” ujarnya penuh semangat yang diamini Ketum Abdusy Syakur Amin beserta pengurusnya.

Pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar klub putra-putri U-18 Jawa Barat yang akan berlangsung pada 13–20 April 2026 di Sarana Olahraga RAA Adiwijaya, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, semakin terasa istimewa. Pasalnya, agenda ini akan dibarengi dengan Piala Bupati Garut, sebuah turnamen prestisius yang memperebutkan Dana Pembinaan sebesar Rp 20 juta.

Di sisi lain, beberapa warga Desa Jayaraga terlihat antusias. Mereka berbisik-bisik, bangga karena kampungnya akan menjadi tuan rumah ajang bergengsi Kejurda antar klub putra-putri U-18 Jawa Barat. Anak-anak kecil bahkan tampak berlarian di sekitar lapangan, seolah membayangkan diri mereka suatu hari bermain di panggung besar itu.

Survey ini bukan sekadar pemeriksaan teknis, melainkan simbol komitmen PBVSI Jawa Barat dalam membina generasi muda. Kang Boy menekankan bahwa Kejurda U-18 adalah ajang penting untuk menjaring bibit unggul yang kelak bisa mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat nasional.

“Garut punya potensi besar. Dengan fasilitas yang memadai, kita bisa melahirkan atlet-atlet voli yang berprestasi,” tambahnya

Kehadiran Pengprov PBVSI di Garut memberi energi baru bagi masyarakat. Kepala desa, tokoh pemuda, hingga komunitas olahraga lokal menyambut dengan penuh dukungan. Mereka berharap event ini bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui kedatangan tim-tim dari berbagai daerah.



Ketua Umum  PBSVI Garut  Abdusy Syakur Amin  yang juga ia sebagai Bupati Kabupaten Garut, berharap Kejurda menjadi ajang pembuktian sekaligus wadah pembinaan berkelanjutan. Atlet muda Garut diharapkan bisa bersaing dengan klub-klub dari seluruh Jawa Barat, sekaligus menimba pengalaman berharga.

Dengan menjadi tuan rumah, Garut diharapkan mampu menunjukkan kualitas pembinaan voli yang sudah berjalan. Harapannya, atlet lokal bisa menorehkan prestasi dan mengangkat nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Menurut  vent besar ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Kehadiran tim dari berbagai daerah akan menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, transportasi, hingga akomodasi.

Abdusy, menegaskan bahwa Garut memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan olahraga, khususnya bola voli. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, Garut bisa menjadi destinasi penting bagi event olahraga di Jawa Barat.

"Kami ingin Kejurda ini menjadi kebanggaan bersama. Bukan hanya melahirkan juara, tetapi juga membangun semangat olahraga di Garut. Anak-anak muda harus melihat bahwa voli bisa menjadi jalan prestasi dan masa depan," ujar Ketua Umum Pengkab PBVSI Garut dengan penuh semangat. (Jun)

Lebih baru Lebih lama