Indramayu, (Lensa Pantura) Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Voli Indor putra putri Antar Klub Se Jawa Barat U-18 tahun yang digelar di Kabupaten Garut menjadi sorotan publik, bukan hanya karena semaraknya pertandingan, tetapi juga karena dukungan yang datang tanpa harus mengandalkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Lucky Hakim menyampaikan apresiasi mendalam kepada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Indramayu yang mampu berkontribusi secara nyata dalam penyelenggaraan ajang bergengsi tersebut.
Menurut Lucky Hakim, saat menerima silaturahmi Pengurus PBVSI pada Selasa 7 April 2026, diruang samping Pendopo Indramayu, keikutsertaan PBVSI dalam mendukung Kejurda Garut adalah bukti nyata bahwa organisasi olahraga bisa mandiri dan kreatif dalam mencari sumber daya.
"Saya salut kepada PBVSI. Mereka bisa hadir, ikut andil, dan memberi dukungan penuh tanpa harus menyentuh dana APBD. Ini contoh baik bagaimana olahraga bisa berkembang dengan semangat kebersamaan dan kemandirian,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Selain itu, Bupati Lucky Hakim juga mengucapkan terima kasih kepada Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Indramayu, Atang Suwandi, S.STP., M.Si.. yang bersedia menjadi manajer tim bola voli Taksaka Indramayu.
“Kesiapan itu sebagai bentuk ikut membantu Pemkab Indramayu dalam rangka mensukseskan olahraga. Saya bangga dengan Pak Plt Kadis Atang yang sudah ikut membantu Pemkab. Semoga tim bola voli di bawah naungan Manager Pak Atang sukses tanpa ekses, aminnnn,” ungkap Bupati dengan penuh harapan.
Bupati menekankan bahwa langkah PBVSI dan dukungan dari pejabat daerah seperti Atang Suwandi, sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong kemandirian organisasi olahraga.
“APBD memang terbatas, dan harus digunakan untuk banyak kebutuhan masyarakat. Jika organisasi olahraga bisa mencari jalan sendiri, itu akan meringankan beban pemerintah sekaligus memperkuat rasa memiliki dari komunitas olahraga itu sendiri,” tambahnya.
Kejurda Bola Voli Jawa Barat kali ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kabupaten/kota. Atmosfer kompetisi terasa meriah dengan dukungan masyarakat Garut yang antusias menyaksikan pertandingan. PBVSI, melalui jaringan dan kerja sama dengan berbagai pihak, berhasil menghadirkan fasilitas, perangkat pertandingan, serta dukungan teknis yang membuat jalannya kejuaraan semakin profesional.
Selain itu, Lucky Hakim berharap semangat PBVSI dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lain di Indramayu. Ia menilai bahwa keberhasilan Kejurda Garut bukan hanya soal prestasi atlet, tetapi juga tentang bagaimana ekosistem olahraga bisa tumbuh tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.
“Kita ingin olahraga menjadi gerakan masyarakat, bukan sekadar program pemerintah. PBVSI sudah menunjukkan jalannya,” tegasnya.
Kejurda Bola Voli Jawa Barat di Garut ini diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan dukungan PBVSI yang konsisten, serta apresiasi dari pemerintah daerah, masa depan bola voli Jawa Barat diyakini akan semakin cerah.
Ketua PBVSI Indramayu Uho Al Khudry, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung perkembangan bola voli di daerah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa PBVSI bisa berdiri di atas kaki sendiri. Dukungan yang kami berikan di Kejurda Garut ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk membangun ekosistem bola voli yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” kata Uho.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kejurda tanpa dana APBD menjadi bukti bahwa olahraga bisa tumbuh dengan semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor. (Jun)




















