Indramayu, (Lensa Pantura) – Di balik riuh kendaraan yang setiap hari mengular di terowongan kereta Jatibarang, Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu Jawa Barat, tersimpan kisah panjang warga yang sabar menanti perubahan. Terowongan sempit itu sudah lama menjadi “momok” bagi pengendara. Mobil harus bergantian masuk, motor berdesakan, dan suara klakson bersahut-sahutan.
Bagi Suyatno, seorang sopir angkutan sayur yang setiap hari melintasi jalur itu, terowongan Jatibarang adalah titik paling melelahkan. “Kalau sudah jam berangkat kerja kepadatan kendaraan roda empat dan roda dua saling bergiliran satu sama lain hanya untuk melewati terowongan yang lebarmya 4 meter,",” ujarnya
Kini, penantian itu mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten Indramayu resmi mengumumkan proyek besar senilai Rp50 miliar untuk menyulap terowongan menjadi underpass dia jalur.
Pekerjaan akan dimulai pada April 2026. Kehadiran pejabat dari Direktorat Jenderal Jalan dan Kereta Api, Kementerian Perhubungan, Dishub Indramayu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, BBWS, hingga pihak kecamatan dan desa Jatibarang menjadi bukti bahwa proyek ini bukan lagi sekadar wacana.
Bagi Rina, yang juga pedagang sayur di Pasar Jatibarang, underpass baru berarti dagangannya bisa lebih cepat sampai ke pelanggan. “Kalau macet di terowongan, sayur bisa layu sebelum sampai. Kalau nanti jalannya lancar, rejeki kami juga lancar,” katanya sambil tersenyum.
Anak-anak sekolah pun tak kalah gembira. Dimas, siswa SMA Negeri 1 Indramayu mengaku sering terlambat karena terjebak macet di terowongan. “Kalau underpass jadi, mungkin saya datang lebih cepat ke sekolah," ujarnya sambil tertawa.
Lebih dari sekedar infrastruktur, proyek ini bukan hanya soal beton dan aspal. Bagi warga Jatibarang, underpass adalah simbol harapan. Harapan untuk perjalanan yang lebih cepat, usaha yang lebih lancar, dan kehidupan yang lebih nyaman.
Camat Jatibarang H Mardono,SE.,M.Si melalui Kasi Trantib Maman Fadhilah, SH menegaskan bahwa proyek ini adalah “jawaban atas doa panjang masyarakat.” Ia percaya, dengan dukungan lintas instansi, pembangunan akan membawa manfaat besar bagi seluruh warga.
Meski masih harus menunggu proyek tersebut dilaksakan, warga kini punya pegangan pasti. Mereka tak lagi hanya mendengar janji, tetapi melihat langkah nyata pemerintah. April 2026 akan menjadi bulan bersejarah, ketika suara klakson yang bersahut-sahutan di terowongan lama digantikan oleh arus kendaraan yang mengalir lancar di underpass baru.
![]() |
Menurut penjelasan Maman, salah satu pejabat yang hadir dalam sosialisasi tersebut, luas pembangunan underpass akan mencapa
273 meter persegi untuk arah menuju Kebulen. Sedangkan 240 meter persegi untuk arah dari Jatibarang sebelum masuk terowongan.
Dengan luasan tersebut, dipastikan ada beberapa perumahan dan pertokoan milik warga yang bakal terkena gusur. Namun, Maman menegaskan bahwa hal ini sudah diantisipasi agar proyek dapat berjalan dengan baik dan warga tetap mendapatkan haknya.
Ditambahkan Maman bahwa untuk lebar jalan underpass tersebut mencapai 30 meter. Dengan ketentuan ukuran dari titik tengah jalan yakni 15 meter untuk ruas jalan sebelah kanan dan 15 meter ruas jalan sebelah kiri.
"Kami berharap, kegiatan pembangunan underpass ini berjalan dengan baik yang akhirnya bisa dirasakan manfaatnya oleh warga yang melintas," paparnya. (Jun)
























