Kadisdikbud Indramayu Terima Kunjungan Balai Bahasa Provinsi Jabar. Diskusi Sayembara Penulisan Naskah

 


Indramayu (Lensa Pantura)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Dr. H. Caridin, S.Pd., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD, Hj. Rutesih, M.Pd., menerima kunjungan resmi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, pada Rabu 4 Maret 2026.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka koordinasi dan pembahasan program Sayembara Penulisan Naskah Cerita Anak Dwibahasa (Daerah–Indonesia).

Program ini diharapkan menjadi wadah kreatif bagi para penulis dan pendidik untuk melahirkan karya cerita anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat literasi serta melestarikan bahasa daerah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dr. Herawati, S.S., M.A., memaparkan secara rinci mekanisme pelaksanaan sayembara. Beliau menjelaskan mulai dari persyaratan peserta, ketentuan penulisan naskah, hingga tahapan seleksi dan penilaian.

“Sayembara ini dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya cerita anak yang tidak hanya menarik, tetapi juga memperkuat identitas budaya melalui bahasa daerah. Kami ingin memastikan proses seleksi berjalan transparan dan menghasilkan naskah terbaik,"ujar Dr Herawati.

Dr Herawati juga menuturkan tentang persyaratan peserta. Peserta adalah guru, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki minat menulis cerita anak.
Adapun untuk naskah ditulis dalam dua bahasa: bahasa daerah (sesuai asal peserta) dan bahasa Indonesia.. Dan setiap peserta dapat mengirimkan maksimal dua naskah.

Menurut Herawati bahwa naskah harus orisinal, belum pernah dipublikasikan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.

Selain itu juga Herawati menjelaslan tentang ketentuan bagi penulis naskah. Tema cerita harus sesuai dengan dunia anak, mengandung nilai pendidikan, moral, dan budaya. Adapun untuk kepanjangan naskah maksimal 10 halaman A4, ditulis dengan huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5.

"Naskah dwibahasa ditulis berpasangan. Satu versi bahasa daerah dan satu versi bahasa Indonesia," terangnya.

Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu, mengingat pentingnya peran literasi dalam pembentukan karakter anak.

Dr. Caridin menyampaikan apresiasi atas inisiatif Balai Bahasa Jawa Barat dan menegaskan komitmen Dinas Pendidikan Indramayu untuk mendukung penuh program ini.

“Sayembara ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya melalui bahasa daerah,” ujarnya.

Kadisdikbud juga menambahkan, pihaknya akan mendorong sekolah-sekolah di Indramayu untuk berpartisipasi aktif. Dengan keterlibatan guru dan siswa, kami yakin karya-karya yang lahir dari sayembara ini akan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan memperkuat jati diri budaya daerah.

Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan program sayembara dapat berjalan lancar dan menghasilkan karya-karya berkualitas yang mampu memperkaya khazanah literasi anak di Indonesia, khususnya di Kabupaten Indramayu. (Jun)

Lebih baru Lebih lama