Indramayu – (Lensa Pantura) Lonjakan volume sampah pedagang di Pasar Daerah Jatibarang pasca Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah menjadi perhatian serius bagi Pengurus Ikatan Pedagang Pasar (IPP). Dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah meningkat tajam akibat aktivitas perdagangan yang kembali bergairah setelah libur panjang. Namun, IPP tidak tinggal diam.
Dengan kekompakan dan kolaborasi bersama Kepala Pasar Jatibarang, pengurus IPP langsung turun tangan membawa beko (alat berat) untuk membersihkan sampah yang menumpuk. Aksi cepat ini mendapat apresiasi dari para pedagang maupun masyarakat sekitar, karena kebersihan pasar merupakan faktor penting dalam menjaga kenyamanan berbelanja.
Gerakan IPP Pasar Jatibarang patut dijadikan contoh. Meski kepengurusan baru berjalan kurang dari satu tahun, IPP sudah mampu memberikan kontribusi nyata kepada Pemerintah Daerah. Salah satu pencapaian penting adalah pengadaan satu unit armada pengangkut sampah yang dibeli dari hasil pengelolaan internal IPP. Armada ini kini menjadi inventaris IPP bahkan tulang punggung dalam menjaga kebersihan pasar setiap harinya.
Data internal IPP menunjukkan bahwa rata-rata volume sampah pedagang meningkat hingga 30–40% pasca Lebaran dibandingkan hari biasa. Tanpa penanganan cepat, kondisi ini berpotensi menimbulkan bau tak sedap, mengganggu aktivitas jual beli, serta menurunkan citra pasar tradisional.
Tidak berhenti di situ, Ketua IPP Pasar Daerah Jatibarang, Edi Warkim Lubis, menaruh harapan besar kepada Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Indramayu terkait usulan pengadaan alat berat untuk mengatasi sampah.
"Kami sudah menyampaikan usulan ini kepada DPRD, namun hingga kini belum ada jawaban pasti. Harapan kami, DPRD bisa mendukung penuh agar penanganan sampah di pasar lebih optimal," ujar Edi.
"Maaf, selama ini untuk menanggulangi kebersihan sampah Pasar Beko yang kami pakai dapat sewa.Olehkarenanya kami berharap Komisi III DPRD bisa membantu solusinya," tambah Edi.
Menurut Edi, selain urusan kebersihan, IPP juga sigap merespons persoalan lain seperti kebocoran atap kios yang kerap terjadi saat hujan deras. Hal ini menunjukkan bahwa IPP memandang tanggung jawab mereka bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga memastikan fasilitas pasar tetap layak digunakan.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian tinggi, IPP Pasar Jatibarang diharapkan terus menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mengelola pasar tradisional. Langkah-langkah nyata seperti pengadaan armada sampah, penanganan fasilitas rusak, hingga usulan alat berat ke DPRD membuktikan bahwa organisasi pedagang mampu berkontribusi lebih dari sekadar wadah aspirasi.
Pasar Jatibarang kini tidak hanya menjadi pusat ekonomi rakyat, tetapi juga contoh bagaimana kolaborasi pedagang, pengelola, dan pemerintah dapat menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan berdaya saing.
Sementara itu Kepala Pasar Jatibarang, H. Samsuri mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian IPP dalam menjaga kebersihan pasar. Pasca Lebaran, volume sampah memang meningkat tajam, namun berkat kekompakan pengurus IPP bersama pedagang, kondisi pasar tetap terjaga.
Dikatakan Samsuri, armada sampah yang mereka sumbangkan menjadi bukti nyata bahwa pedagang bisa berkontribusi langsung untuk kenyamanan bersama.
"Kami berharap semangat ini terus berlanjut, tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga dalam menjaga fasilitas pasar agar tetap layak digunakan, " ujar Samsuri.
Terpisah salah satu pedagang sayur, Siti Rohmah, mengatakan pihaknya merasa sangat terbantu dengan adanya gerakan cepat dari IPP. Sampah yang menumpuk pasca Lebaran bisa segera diangkut sehingga kios tetap bersih dan pembeli nyaman.
Armada sampah yang disediakan IPP benar-benar bermanfaat. Bahkan ketika ada kebocoran atap kios, mereka juga langsung turun tangan. "Kami bangga punya organisasi pedagang yang peduli seperti ini, "katanya (Jujun)






















