Indramayu, Lensa Pantura - Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan layanan air bersih selama masa Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Status siaga tersebut berlaku mulai 11 Juni hingga 30 September 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berdampak pada penurunan debit sejumlah sumber air.
Menurut Jajaran Direksi Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu kepada awak media mengatakan bahwa pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah, termasuk Perumdam Tirta Darma Ayu, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kekeringan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
"Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan tetap tersedia. Karena itu, kami meminta Perumdam Tirta Darma Ayu menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini agar distribusi air tetap berjalan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait apabila diperlukan penyaluran bantuan air bersih ke wilayah terdampak," ujar Direksi .
Sebagai tindak lanjut dari status siaga tersebut, Perumdam Tirta Darma Ayu telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bersih kepada pelanggan. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan tetap maksimal meskipun musim kemarau berpotensi mengurangi ketersediaan sumber air baku.
Menurutnya, ada empat strategi utama yang disiapkan yakni meliputi optimalisasi distribusi air melalui pemetaan wilayah rawan krisis dan rekayasa jaringan pipa, penyediaan layanan mobil tangki air bagi daerah yang mengalami gangguan distribusi, percepatan pemeliharaan infrastruktur untuk meminimalkan kebocoran jaringan, serta penguatan koordinasi lintas sektor bersama BPBD Kabupaten Indramayu dalam penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.
Seluruh Direksi Perumdam Tirta Darma Ayu mengajak masyarakat untuk turut berperan menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara hemat dan bijaksana.
"Menghadapi musim kemarau dibutuhkan kerja sama semua pihak. Kami mengimbau masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, dan segera melaporkan apabila terjadi gangguan distribusi agar dapat segera ditangani," katanya.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan internal, pihaknya mengimbau juga pelanggan untuk memprioritaskan penggunaan air bagi kebutuhan pokok, menyiapkan cadangan air di rumah, memeriksa instalasi pipa secara berkala guna mencegah kebocoran, serta segera melaporkan apabila terjadi kerusakan jaringan atau gangguan layanan.
Ditegaskannya juga bahwa ia menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa siaga terjadi kendala pelayanan akibat kondisi cuaca ekstrem. "Dukungan masyarakat dalam menghemat penggunaan air dinilai menjadi bagian penting untuk menjaga pemerataan pasokan selama musim kemarau." ucapnya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perumdam Tirta Darma Ayu optimistis pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap terjaga sepanjang masa siaga darurat kekeringan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. (Jun)
