Bupati Indramayu Lucky Hakim Gelontorkan Dana Hibah Rp 13 Miliar untuk Guru Madrasah

 

Indramayu, (Lensa Pantura) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan kembali ditunjukkan melalui kebijakan Bupati Lucky Hakim yang menggelontorkan dana hibah sebesar Rp 13 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT) se-Kabupaten Indramayu, dengan rincian masing-masing guru menerima tunjangan sebesar Rp 300.000 per bulan.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus memperbaiki kesejahteraan guru madrasah yang selama ini berperan penting dalam membentuk generasi Islami di Indramayu.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Iin Indrayati, M.Si., menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Indramayu di Alun-Alun Indramayu, Rabu 1 Juli 2026.

Menurut Iin, peningkatan kualitas guru MDT yang berhimpun dalam wadah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) tidak hanya ditunjukkan dengan pemberian tunjangan dari hibah daerah. Pemerintah juga secara berkesinambungan memberikan motivasi agar kegiatan belajar mengajar di madrasah tetap semangat, kreatif, dan penuh keberkahan.

"Bapak Bupati Lucky Hakim berkomitmen meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Kabupaten Indramayu. Di antaranya dengan terus mengupayakan kesejahteraan sebanyak 3.611 guru Madrasah Diniyah Takmiliah," ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Cabang FKDT sekaligus Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Dr. H. Aspuri, S.Ag., M.Pd.I., menilai perhatian Bupati Lucky Hakim terhadap guru MDT sangat luar biasa.

"Pemberian hibah berupa tunjangan guru madrasah merupakan bukti nyata bahwa Kepala Daerah sangat memperhatikan kesejahteraan guru madrasah dan berharap akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan," kata Aspuri.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 992 MDT di Kabupaten Indramayu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.611 guru menerima tunjangan hibah, sementara guru berstatus ASN tidak termasuk penerima karena sudah mendapat gaji dari pemerintah.

Wakil Sekjen DPP FKDT, Akhmad Sururi, menambahkan bahwa dana hibah untuk tunjangan guru madrasah di Indramayu merupakan yang terbesar di Jawa Barat, bahkan bisa jadi di Jawa Tengah.

"Kabupaten/Kota lainnya hibah anggaran untuk FKDT berada pada kisaran Rp 10 miliar, sementara di Indramayu hingga Rp 13 miliar. Ini patut diapresiasi," jelas Sururi.

Menurutnya, tunjangan dari hibah daerah ini sangat membantu para guru madrasah dalam meningkatkan taraf hidup, sehingga mereka bisa lebih fokus mendidik santri.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat melalui Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Ahmad Syukri, SS., menegaskan bahwa MDT merupakan pendidikan non formal yang berperan penting dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat, terutama generasi muda.

"Dana hibah yang sangat besar dari APBD Kabupaten Indramayu ini merupakan penyemangat guru madrasah dalam mencerdaskan para santrinya dan tentunya untuk memajukan pendidikan di Indramayu," ujar Ahmad Syukri.

Kebijakan Bupati Lucky Hakim ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru madrasah. Dengan dukungan dana hibah Rp 13 miliar, diharapkan guru MDT semakin bersemangat dalam mendidik generasi muda Indramayu agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (Jun)

Lebih baru Lebih lama