Aisyah Maulidah, Putri Cilik Indramayu yang Mengharumkan Nama Bangsa

Jakarta Selatan, (Lensa Pantura) - Semangat dan prestasi kembali ditorehkan oleh putri cilik Indramayu, Aisyah Maulidah. Setelah sebelumnya sukses di berbagai ajang nasional, dengan merebut juara satu Piala Kementerian Pariwisata 30 Mei 2026 lalu, kini Aisyah berhasil mengukir sejarah di panggung internasional Asian Got Talent Ethnic kategori Tari Jaipong Kreasi yang digelar pada 26–28 Juni 2026 di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jl. H. R. Rasuna Said Kav. C-22, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kompetisi bergengsi ini diikuti tujuh negara, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, serta Indonesia sebagai tuan rumah.

Ratusan peserta dari berbagai kategori model  dan menyanyi tampil memperebutkan gelar juara, namun Aisyah berhasil mencuri perhatian juri dengan lenggak-lenggok Tari Jaipong yang penuh energi, ekspresi, dan penguasaan teknik yang matang.

Kemenangan Aisyah bukan hanya sekadar trofi, melainkan bukti nyata bahwa anak daerah mampu bersaing di tingkat internasional. Putri bungsu pasangan Jujun Juhanda dan Ny. Heli, warga Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu ini membawa harum nama daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat seni budaya tradisional.

Satu hal yang patut dibanggakan, Aisyah tidak hanya piawai menari di atas panggung. Ia juga merupakan santriwati yang tekun belajar mengaji di Madrasah Nurul Hidayah Desa Jatibarang Baru. Keseimbangan antara prestasi seni dan pendidikan agama menjadikan sosok Aisyah sebagai teladan bagi generasi muda, berprestasi tanpa melupakan akar spiritual dan nilai-nilai keagamaan.

Di balik kesuksesan Aisyah, terdapat dukungan penuh dari keluarga, masyarakat, serta bimbingan guru tari Sekar Ayu Ningrat di Sanggar Puspaningrat. Latihan intensif, disiplin, dan semangat menjaga budaya menjadi kunci keberhasilan yang membawanya ke panggung internasional.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bersama masyarakat Indramayu dan Indonesia. Aisyah Maulidah telah membuktikan bahwa seni tradisional seperti Tari Jaipong mampu bersinar di mata dunia. Lebih dari itu, ia menjadi inspirasi bagi anak-anak muda untuk terus berkarya, menjaga budaya, dan menyeimbangkan pendidikan formal maupun spiritual.

Dengan torehan prestasi ini, Aisyah diharapkan terus berkembang sebagai duta budaya yang membawa nama baik Indramayu dan Indonesia di masa depan.

Meski masih duduk di bangku kelas 3 SD, Aisyah mampu bersaing dengan merebut juara ke 2 mengalahkan lawan-lawannya yang rata-rata berusia 10 tahun lebih tua darinya.

Tidak sedikit penonton merasa bangga melihat keberanian dan kemampuan Aisyah. Gerakannya yang lincah, ekspresif, dan penuh semangat membuatnya tampil menonjol di antara peserta lain. Seorang guru tari dari Timor Leste bahkan memberikan apresiasi khusus, menyebut bahwa Aisyah “tidak pernah lelah, selalu tampil energik penuh semangat.”(Jun)


Lebih baru Lebih lama