Belum Lama Menjabat, Oknum Perangkat Desa Santing, Terlibat Perjudian Kuclak

 


Indramayu, - ( Lensa Pantura  ) Seorang oknum perangkat Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, diduga tertangkap oleh pihak kepolisian dalam sebuah operasi penindakan kasus perjudian. Peristiwa ini sontak menghebohkan masyarakat setempat, terlebih karena terjadi di bulan suci Ramadan, saat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa.

Menurut informasi yang beredar, aparat kepolisian melakukan razia di sebuah lokasi yang diduga sering digunakan sebagai arena perjudian. Dalam operasi tersebut, oknum perangkat desa yang baru beberapa bulan menjabat itu ikut diamankan bersama sejumlah barang bukti.

Penangkapan dilakukan pada Selasa malam, 16 Maret 2026, dan langsung menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang aparatur desa yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.

Warga Desa Santing mengaku kecewa dan marah atas tindakan yang dilakukan oleh perangkat desa tersebut. Banyak yang menilai bahwa perilaku itu mencoreng nama baik desa dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintahan desa. Apalagi, kasus perjudian ini dilakukan di bulan Ramadan, yang dianggap sebagai bulan penuh berkah dan seharusnya dijalani dengan memperbanyak ibadah.

Seorang tokoh masyarakat setempat Sukamto menyatakan, sangat menyayangkan  perbuatan itu. Seorang perangkat desa seharusnya menjadi contoh, bukan malah terlibat dalam kegiatan yang jelas-jelas melanggar hukum dan norma agama.

"Belum lama menjabat menjadi Pamong Desa  sudah bikin contoh ga baik. Masyarakat menuntut Kuwu Tarman agar oknum perangkat desa tersebut diberhentikan," ujar Sukamto.

Yang lebih parahnya lagi, Kuwu Tarman yang konon dikenal oleh masyarakat Desa Santing sebagai alim ulama, namun tidak mampu membina  Pamongnya dengan baik. Dan ini terbukti salah seorang bawahannya tertangkap pihak kepolisian

"Kami minta Kuwu Tarman harus tegas, jangan tembang pilih atau membela Pamongnya yang sudah melakukan kesalahan. Biarkan proses hukum yang menentukan," ungkapnya.

Sementara itu kabar yang diterima Lensa Pantura dilapangan, Pemerintah Desa Santing dikabarkan segera menggelar rapat internal untuk membahas langkah-langkah yang akan diambil. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap oknum tersebut untuk mengungkap jaringan perjudian yang lebih luas. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang ikut diamankan dalam kasus ini.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Indramayu. Selain mencoreng nama baik desa, peristiwa ini juga memperlihatkan lemahnya integritas sebagian aparatur desa dalam menjalankan tugasnya.

Tidak sedikit warga berharap agar aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas, sekaligus menjadi pelajaran bagi perangkat desa lain agar tidak melakukan tindakan serupa.(Jun)

Lebih baru Lebih lama