Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Berlabuh ke PSI

 

Solo - Lensa Pantura
Mantan Bupati Indramayu, Nina Agustina, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kepastian itu ia sampaikan kepada wartawan usai bertandang ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Rabu 26 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Nina didampingi Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, yang juga berasal dari PSI. Nina menegaskan bahwa keputusan bergabung dengan PSI telah melalui pertimbangan matang.

“Saya berharap langkah ini menjadi pilihan terbaik,” ujar Nina kepada wartawan.

Nina menjelaskan, kedatangannya ke Solo bertujuan untuk meminta restu kepada Jokowi terkait langkah politiknya. Ia menambahkan, bergabung dengan PSI yang kini dipimpin oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep, merupakan bagian dari komitmennya untuk terus berkontribusi dalam dunia politik.

Dengan bergabungnya Nina Agustina, PSI menambah deretan tokoh daerah yang memperkuat barisan partai. Langkah ini dinilai sebagai sinyal konsolidasi politik menjelang kontestasi politik mendatang.

"Semuanya adalah yang terbaik. Saya pernah bergabung memberikan kebaikan di Indramayu, saat ini mungkin bergabung dengan Bapak di PSI di Jawa Barat. Alhamdulillah beliau merestui,” tukas Nina.

Putri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Da'i Bachtiar ini sebelumnya dikenal sebagai politisi PDIP. Melalui partai ini pula, Nina Agustina maju menjadi calon bupati Indramayu pada tahun 2020. Bersama Lucky Hakim, Nina Agustina akhirnya terpilih sebagai bupati Indramayu.

Dengan bergabungnya Nina Agustina, PSI menambah kekuatan baru dari kalangan kepala daerah yang diharapkan dapat memperkuat posisi partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu Fraksi PDI Perjuangan, Anggi Noviah, menanggapi kepindahan Nina dengan tenang.

"Itu hak politik beliau, akhirnya waktu yang membuktikan,” kata Anggi.

Terkait nama Nina Agustina yang konon masih digadang-gadang sebagai calon tunggal PDI Perjuangan untuk Pilkada mendatang, Anggi menyebutkan bahwa pilkada masih jauh. “Instruksi hari ini sesuai arahan Ibu Ketua Umum, bantu rakyat,” tegasnya.

Anggi juga menambahkan bahwa sebagai kader, ia tidak merasa kehilangan atas kepindahan Nina ke PSI. “Kalau saya pribadi tidak pernah kehilangan, esa hilang dua terbilang, mati satu tumbuh seribu,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh kader PDI Perjuangan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Jaeni. Ia menilai keputusan Nina Agustina tidak bisa dihalangi.

"Itu pilihan politik beliau, dan kita harus menghormati. Politik itu dinamis, setiap orang punya jalan masing-masing,” ujar Jaeni.

"Setidaknya, tim sukses yang kala itu menghantarkan pasangan Nina–Lucky sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih merasa tidak penasaran dengan langkah politik Nina.

“PDI Perjuangan Indramayu punya sejarah bisa menghantarkan Nina–Lucky di kursi kepala daerah,” ungkap Jeani. (Jun)

Lebih baru Lebih lama