Bulan Ramadhan 1447 H, Tidak menyurutkan Guru dan Siswa SMPN 2 Sindang Untuk Terus Berbenah dan Berinovasi

 


Indramayu, Lensa Pantura

Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah tidak menyurutkan Satuan Pendidikan untuk terus berbenah dan berinovasi.

Seperti halnya di SMP Negeri 2 Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang selalu menarik melihat bagaimana SMP Negeri 2 Sindang Indramayu tetap menjaga ritme kegiatan belajar meskipun berada di bulan Ramadhan.

Hal ini menunjukan komitmen sekolah dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah H. Fajar Ismadi,M.Pd untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan kebiasaan baik selama bulan suci.

Adapun beberapa poin penting dari kegiatan tersebut ,yakni Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan normal siswa tetap mengikuti pelajaran sesuai jadwal, sehingga tidak ada pengurangan kualitas pembelajaran.

Selain itu Penilaian Tengah Semester (PTS): dilaksanakan sesuai kalender akademik, memastikan evaluasi capaian belajar tetap terukur. dan Kegiatan Ramadhan: setelah PTS, siswa diarahkan pada aktivitas khas Ramadhan, seperti pesantren kilat, tadarus, kajian keagamaan, atau kegiatan sosial.

Berlanjut hingga jelang lebaran: kegiatan ini memberi nuansa religius sekaligus memperkuat kebersamaan antar siswa dan guru.

Menurut Kepsek H. Fajar Ismadi bahwa pendekatan seperti ini membuat suasana sekolah lebih hidup, karena siswa tidak hanya belajar materi akademik. Akan tetapi siswa juga mendapatkan pengalaman spiritual dan sosial yang memperkaya karakter mereka.

“Tentu bulan Ramadhan bukan alasan untuk bermalas-malasan, justru memicu semangat bagi warga Sekolah,”jelasnya Senin 23 Februari 2026.

Menurut Faja Ismadi, kegiatan keagamaan di bulan suci ramadhan yang diterapkan disekolahnya tidak jauh seperti tahun tahun sebelumnya.

Sebelum pembelajaran dimulai, para siswa diwajibkan mengikuti Sholat Dhuha, Tadarusan, hingga Tausiyah hal ini sebagai wadah pembentukan karakter siswa.

Tak hanya itu Fajar Ismadi juga mengatakan bahwa di bulan suci ramadhan ini pihaknya bangga atas kreatifitas guru dan siswa yang akan menggelar acara Bhakti Sosial tanpa harus siswa mengumpulkan uang.

Siswa akan mengumpulkan apa saja makanan yang dibawa dari rumahnya lalu dikumpulkan dan hasilnya akan dibagikan kepada siswa anak yatim maupun dibagikan kepada warga disekitar lingkungan sekolah.

Lebih jauh pria yang Guru Silat itu kembali menyebut pihaknya akan berupaya adaptif terhadap semua aturan yang diterapkan baik pemerintah pusat maupun Daerah.

“Sekolah menjadi ujung tombak setiap kebijakan yang ditularkan pemerintah, untuk itu dengan kompetensi yang dimiliki guru insyaallah kami akan tetap beradaptasi apapun jenis kebijakan tersebut, apalagi segala macam kegiatan arahnya untuk kebaikan dari sekolah tersebut,”pungkasnya. (Jun)
Lebih baru Lebih lama