INDRAMAYU, LENSA PANTURA — Tak ada kemenangan yang datang tanpa perjuangan. Bagi Paskibra Pandawa SMP Negeri 3 Jatibarang, kalimat itu bukan sekadar pepatah, melainkan kenyataan yang mereka buktikan sendiri di lapangan.
Berbekal latihan panjang, disiplin, kekompakan, serta pengorbanan yang tak ternilai, tim ini berhasil keluar sebagai Juara Umum Lomba Olahraga Baris-Berbaris (LOBB) tingkat SMP/sederajat se-Jawa Barat yang digelar di SMA Negeri 1 Bongas.
Kepala SMP Negeri 3 Jatibarang Kabupaten Indramayu Supandi, S.Pd yang disampaikan oleh Pembina Paskibra Pandawa, Sandra Widiastuti, S.Pd., menjelaskan bahwa kemenangan ini terasa begitu istimewa. Bukan hanya karena mereka mengalahkan 18 tim dari berbagai wilayah Jawa Barat, melainkan di baliknya tersimpan kisah tulus: sejumlah siswa rela mengorbankan uang tabungan yang semula disiapkan untuk membeli sepatu baru, agar bisa mengikuti perlombaan.
Kompetisi berlangsung sengit dari pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Selama hampir seharian, setiap tim mempertunjukkan kemampuan terbaik. Paskibra Pandawa tampil percaya diri persiapan yang dimulai sejak Juli 2026 menjadi modal kokoh untuk menghadapi lawan-lawan tangguh.
Hasilnya pun melampaui harapan. Mereka menyapu bersih penghargaan:
- 🏆 Juara Utama I
- 🏆 PBB Terbaik I
- 🏆 Juara II Make-Up Terbaik
- 🏆 Penghargaan Tim Favorit
- 🏆 Variasi Formasi Terbaik
Poin terkumpul dari berbagai kategori mengantarkan mereka ke puncak. Piala bergengsi dari Gubernur Jawa Barat pun berhasil dibawa pulang ke Indramayu untuk pertama kalinya Paskibra Pandawa meraih predikat Juara Umum.
Di balik kemegahan piala, ada cerita yang menggetarkan hati. Pembina Paskibra Pandawa, Sandra Widiastuti, S.Pd., menceritakan keikhlasan para siswa.
"Anak-anak bilang: 'Ya sudah, Bu, uang buat sepatu barunya kita pakai saja buat ikut lomba.' Saya sangat terharu, hanya bisa memotivasi agar jerih payah mereka berbuah manis."
Doa, keringat, dan pengorbanan itu akhirnya terbayar bahkan lebih dari yang mereka harapkan.
"Alhamdulillah, doa mereka dikabulkan, bahkan melebihi apa yang mereka impikan," ujar Sandra dengan mata berkaca-kaca.
Keberhasilan ini bukan milik para siswa saja. Para orang tua setia mendampingi anak-anak pulang sekolah hingga menjelang Maghrib, membiarkan waktu bermain dan istirahat dikorbankan demi latihan. Pihak sekolah pun sepenuhnya memfasilitasi kebutuhan tim.
Gelar ini menjadi bukti kebersamaan: siswa, pembina, orang tua, dan sekolah semua meraih kemenangan bersama.
Kini, Paskibra Pandawa tak berhenti di sini. Mereka menatap ke depan, mengincar keikutsertaan dalam Forbasi (Festival Olahraga Baris-Berbaris) di bawah naungan organisasi Paskibra. Regenerasi pun telah disiapkan, dengan melibatkan siswa berprestasi dari tingkat SD sebagai bibit penerus.
Bagi mereka, kemenangan ini bukan sekadar soal piala. Di balik setiap langkah kaki yang seragam, gerakan yang presisi, dan formasi yang memukau, terdapat cerita tentang pengorbanan, kebersamaan, dan keberanian anak-anak untuk bermimpi lebih tinggi.
Dari lapangan di SMA Negeri 1 Bongas, mereka membuktikan: bila kerja keras, doa, dan ketulusan bersatu, kemenangan bukan lagi impian melainkan kenyataan yang diraih bersama. (Jun)


