Disdikbud Indramayu Tegaskan Seleksi BCKS Berjalan Transparan, Bebas Permainan Jabatan


INDRAMAYU, LENSA PANTURA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu menegaskan komitmennya menjalankan proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) secara akuntabel, transparan, dan ketat. Langkah ini diambil guna memastikan pengisian jabatan kepala sekolah tingkat SD dan SMP berjalan bersih serta terbebas dari segala bentuk penyimpangan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdis Dikbud) Kabupaten Indramayu yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi BCKS, Hj. Emilia Kusnandar, S.Pd., M.M., menyampaikan seluruh tahapan seleksi saat ini berjalan mengacu pada regulasi terbaru, yaitu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025.

Dari total 139 pendaftar yang mengikuti proses, sebanyak 3 peserta dinyatakan tidak lolos pada tahap seleksi administrasi. Ketidaklulusan tersebut disebabkan ketidaklengkapan berkas maupun kendala administrasi izin pribadi.

"Saat ini proses seleksi sedang berjalan. Kami memastikan seluruh tahapannya mematuhi regulasi yang berlaku, mulai dari pembentukan panitia, penetapan tim penguji, hingga pelaksanaan uji kompetensi. Tidak ada celah untuk penyimpangan atau praktik jual beli jabatan," tegas Emilia saat diwawancarai awak media, Senin (21/9/2026).

Ia juga menepis secara tegas isu adanya transaksi materi atau permainan di balik proses seleksi. Menurutnya, pengalaman serta evaluasi yang dilakukan bersama pihak Inspektorat menjadi acuan penting, sehingga segala permasalahan administrasi maupun tata kelola di lingkungan satuan pendidikan dapat diselesaikan secara tuntas sebelum pejabat baru dilantik dan ditempatkan.

Pihak Disdikbud juga menekankan ketegasan pemenuhan syarat kualifikasi, di antaranya masa kerja minimal 8 tahun bagi calon kepala sekolah, guna menjaga standar kualitas kepemimpinan di setiap satuan pendidikan.

"Melalui seleksi ini, Disdikbud Indramayu berharap dapat meminimalisir tingginya jumlah jabatan Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah yang kosong akibat masa pensiun, sekaligus melahirkan pemimpin sekolah yang berintegritas tinggi," pungkasnya. (Jun) 

Lebih baru Lebih lama