155 Calon Kepala Sekolah SD di Indramayu Kecewa, Kinerja Bidang Ketenagakerjaan Disdikbud Dinilai Tidak Profesional


 


INDRAMAYU, LENSA PANTURA — Gelombang kekecewaan melanda dunia pendidikan Kabupaten Indramayu. Sebanyak 155 Calon Kepala Sekolah (CKS) tingkat SD yang telah menunggu berbulan-bulan lamanya, kini terpaksa memendam harapan karena pembatalan pelantikan secara sepihak. Isu ini bahkan memicu ancaman pengunduran diri secara massal dari para calon yang merasa dipermainkan oleh kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu. 

Kekecewaan para CKS berakar dari proses rekrutmen dan tes seleksi yang dinilai tidak transparan dan asal-asalan. Proses seleksi Calon Kepala UPTD SD Negeri dan SMP Negeri yang digelar pada Selasa, 9 Desember 2025 lalu justru dianggap sebagai sekadar "bodoran" atau lelucon belaka. Perhitungan serta pemetaan pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi dasar penilaian pun dinilai tidak akurat dan jauh dari standar yang seharusnya berlaku.

Sebelumnya, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disdikbud Indramayu justru menyampaikan optimisme bahwa para CKS hanya tinggal menunggu keputusan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan segera dapat dilantik, sebagaimana yang telah dilakukan oleh daerah-daerah lain di Jawa Barat. Namun kenyataannya justru berbanding terbalik — ratusan calon dinyatakan tidak layak dengan alasan hasil tes dianggap tidak memenuhi syarat.

Pembatalan sepihak ini pun menjadi sorotan tajam. Di tengah daerah lain di Jawa Barat sudah melantik para kepala sekolah hasil seleksi, Indramayu justru mengambil langkah berbeda. Hal ini semakin memperburuk citra Pemerintah Kabupaten Indramayu di mata masyarakat.

Belum lagi muncul dugaan yang menghebohkan para calon kepala sekolah ini diketahui telah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk mengikuti seluruh rangkaian prosedur seleksi. Namun hasilnya nihil dan berujung kekecewaan.

Saat dimintai konfirmasinya Kepala Bidang Ketenagaan / GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu Arief Wahyudi, mengakui tidak bersedia untuk dimintai keterangannya perihal kegagalan ratusan CKS dilantik. 

Bahkan saat didesak, Arief malah melemparkan bola panas tersebut untuk konfirnasi langsung kepada pimpinannya yakni Kadisdikbud. 

"Maaf bru balas mas,.nanti Pa Kadis yg mengeluarkan statment tentang itu..! Betul bang...tpi sy ada pimpinan," itu pesan singkat yang disampaikan Arief Kabid GTK kepada Lensa Pantura belum lama ini 

Ketua LSM GAPURA Indramay Rudi Lueonadi,  turut memantau situasi ini. Ia menegaskan bahwa pembatalan sepihak oleh pihak Disdikbud sangat disayangkan dan mempertanyakan kinerja Kepala Bidang Ketenagakerjaan yang dinilai tidak becus menjalankan tugasnya.

"Kinerja Kabid Ketenagakerjaan Disdikbud patut dipertanyakan. Janji yang disampaikan sebelumnya tidak ditepati, proses yang dianggap serius ternyata berujung penolakan sepihak. Jika ada hal-hal yang mencurigakan dalam proses ini, kami tidak akan diam saja," tegas Rudi.

Rudi juga mengingatkan agar Bupati Indramayu memberikan penjelasan yang gamblang kepada publik terkait kendala sesungguhnya. Apalagi para calon telah berkorban waktu, tenaga, dan biaya demi mengikuti seleksi yang akhirnya dianggap "tidak kompeten" tanpa alasan yang memuaskan. Jika ditemukan unsur penyimpangan atau berbau korupsi, LSM GAPURA berjanji tidak segan melaporkannya ke aparat penegak hukum.

Hingga kini, para 155 CKS SD tersebut masih menunggu kejelasan sikap pemerintah daerah, sementara bayang-bayang pengunduran diri massal pun mulai membayangi sebagai bentuk protes atas ketidakprofesionalan yang terjadi. (Jun) 

Lebih baru Lebih lama